Prolog
Roda kehidupan terus menggelinding. Banyak cerita dan episode yang
dilewati pada setiap putarannya. Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada
bahagia. Ada suka, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada
kesulitan, dan ada kemudahan. Tidak ada manusia yang tidak melewatinya.
Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun
yang tengah engkau jalani saat ini, tenangkanlah hatimu ..
Manusia bukan pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu
berhasil meraih keinginannya. Hari ini bersorak merayakan kesuksesan,
esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan. Saat ini bertemu, tidak
lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimilikinya,
detik berikutnya sedih karena kehilangannya. Maka, episode apapun yang
sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu ..
Cerita tidak selalu sama. Episode terus berubah. Berganti dari satu
situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik. Bertukar-tukar. Kadang
diatas, kadang dibawah. Kadang maju, kadang mundur. Itulah kehidupan.
Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita; yaitu,
hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenaran …
Saudaraku, ketenangan sangat kita butuhkan dalam menghadapi segala
situasi dalam hidup ini. Terutama dalam situasi sulit dan ditimpa musibah.
Jika hati dalam kondisi tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan
pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh
dari sikap membahayakan. Kata-kata akan tetap hikmah dan tidak keluar
dari kesantunan, sesulit dan separah apa pun situasi yang sedang kita
hadapi. Dan dengan itu lah kemudian –insya Allah- kita akan meraih
keuntungan.